Rabu, 23 Desember 2009

Penanaman Wilayah yang Gersang

Pada saat hari class meeting selesai dan pada hari itu merupakan hari esok yang menurut saya sepi. Saya berangkat ke sekolah bersama dengan perantara saya. Tapi hal ini makin aneh bagi saya saat saya bebas dari hutan. Saat sekolah pindah ke Bogor Asri, perantara saya ini hanya selalu mengurusi dan bermain dengan pacar barunya. Ya memang apa boleh buat, sepertinya hidupku kembali ke rasa petualang lagi. Saat saya tiba di sekolah. Suasana kelihatan mati dan sepi walau ditambah beberapa dekorasi yaitu tanaman yang di plastik. Saya merasa ada acara di sekolah saya ini, tapi entah acara apa yang akan dilakukan di sekolah saya ini. Saat saya sedang menunggu teman saya dan bersantai sambil melihat pemandangan, tiba-tiba ada teman saya tiba dan memberikan kabar mengenai dirinya. Sambil bicara dan bincang-bincang, matahari mulai pergi ke atas langit dan menyinari cahaya panasnya matahari. Di daerah sekolah saya ini merupakan daerah yang cukup gersang sehingga saya dan teman saya saat mengobrol tiba-tiba menjadi hangat dan panas. Panasnya ini bisa dibilang panas tingkat tinggi sehingga seluruh badan saya terasa bagaikan ayam di oven. Tubuh saya hampir bercucuran keringat dan mulai panas jika seseorang menyentuhnya. Saya dan teman saya berencana untuk membeli minuman yang dingin. Setelah itu dan meminumnya, masih tetap saja kondisi cukup sangat panas.

Tubuh saya hampir terasa ingin dibakar oleh seseorang karena hawanya begitu panas. Sama-sama panas di api neraka. Saya hampir ingin jatuh dan pingsan karena daerah sekolah saya yang begitu panas. Kemudian saya berteduh di dekat ruang guru karena hawanya yang sejuk dan adem. Sambil saya duduk dan berisitirahat bersama dengan teman saya, saya memikirkan bahwa cahaya panas ini merupakan suatu elemen antara cahaya dengan panas. Di dalam game RPG, cahaya panas merupakan elemen gabungan antara panas dan cahaya. Inipun merupakan skill elemen yang dipunya oleh teman SD saya yang bernama Rian dan Arif. Mendengar beberapa kata saja tiba-tiba saya di panggil oleh Bu Sartini untuk berdiskusi dengan yang lain mengenai acara LDKE nanti. Akhirnya diskusi ini berada di lapangan bola tennis yang berlokasi di bawah belakang dikampus SMAN 3 Cibinong. Akan tetapi diskusi tersebut terganggu karena ada seruan dari Pak Iwan untuk semuanya mengikuti upacara penanaman tanman di lingkungan sekolah. Mungkin maksud terkumpulnya tanaman itu ialah dengan adanya acara itu.

Saya langsung pergi ke upacara itu. Berbaris dan disiplin namun betapa buruknya dan ironisnya, sama saja penyakit ini menimpaku. SAYA SUDAH SEPERTI DI OVEN. Betapa panasnya dan sakitnya hawa ini. Belum lagi lamanya ceramah yang gak jelas didengarkan karena speakernya terlalu menekan. Setelah acara upacara tersebut dilakuakannya penanaman hutan yang dilakukan oleh kepala camat, bupati, direktur departemen kehutanan, polres, staff sekolah lalu di lanjutkan oleh murid yang lain. Akan tetapi, sebelum giliran staff guru selesai murid-murid bersantai di tempat yang sejuk dan adem karena hawa panasnya yang begitu menyakitkan. Tetapi karena menunggu yang begitu lama akhirnya banyak murid yang languusng pulang ke rumah. Di selingan itu mungkin ini nfonmya kurang begitu jelas. Bu mardiyana pingsan akibat mendengarkan berita tentang keluarganya.

Setelah giliran staff guru (mungkin sekolah) selesai, hanya ada sedikit yang ikut menanam pohon. Saya ikut-ikut saja karena saya ingin mencobanya saja. Saya dibantu oleh Pak Yaldi untuk menama pohon karena saya tidak bisa menanamnya. Hehehehehe. Sayangnya, gara-gara saya salah pilih tanaman akhirnya akar putus. Akhirnya diganti dan bekerja sama dengan anak IPS kelas 11. Walau itu kerja sama tapi saya juga ikut membantu karena mereka juga tidak tahu secara menanam tanaman. Ya wajar, otak IPS berbeda dengan otak IPA. Akhirnya tanaman itu milik mereka + tanaman saya juga. Tapi saya membantu beberapa murid yang merasa kesulitan untuk menanamnya. Walau banyak yang menganggap itu buka tanaman saya. Setelah acaraa itu selesai. Saya sempat membawa foto dan memotret tanaman yang menjadi hak miliki saya. Itupun hanya 2 saja. Setelah itu saya langsung pergi ke lapangan tenis untuk berdiskusi mengenai acara LDKE.

Inilah hasil tanaman saya dan anak kelas 11 IPS di lokasi SMAN 3 Cibinong (Short)


Inilah hasil tanaman saya dan anak kelas 11 IPS di lokasi SMAN 3 Cibinong (medium)

Inilah hasil tanaman saya dan anak kelas 11 IPS di lokasi SMAN 3 Cibinong (long)

Inilah hasil tanaman saya dan anak kelas 11 IPS di lokasi SMAN 3 Cibinong (Outside)


Inilah hasil tanaman saya dan teman kelas 11 IPA di lokasi SMAN 3 Cibinong. Walau kelihatanya seperti sudah hancur (termasuk tanahnya juga)


Inilah hasil tanaman saya dan teman kelas 11 IPA di lokasi SMAN 3 Cibinong. Walau kelihatanya seperti sudah hancur (termasuk tanahnya juga)

Setelah acara itu selesai dengan mulus. Saya pergi ke tempat kampus SMAN 3 Cibinong untuk bersantai mengambil beberapa foto yang saya ambil dan berkeliling untuk dilihat. Itupun merupakan koleksi kenang-kenangan bagi saya.

Spanduk SMAN 3 Cibinong di lokasi yang baru

Bangunan yang sedang dibangun. Tapi sayangnya pas motret kesilauan. Jadi ketutupan sebagian.

Eh ?? Ada bapak-bapak sedang menyediakan tanamannya :D

Gedung SMAN 3 Cibinong yang bertingkat 2 yang pertama kali dibangun

Ada si Adi, Angel, dan Yani yang sedang asik ngobrol berenam (Orang di gambarnya ada 6 orang :D)

Ada Bu Robiatul dan Ibu-ibuan sekaligus murid yang sedang melihat ke samping

Tanaman yang ditanamkan oleh kepala sekolah, kepala camat, dan staff yang lainnya di SMAN 3 Cibinong

Musholla SMAN 3 Cibinong yang tampak seperti rumah tradisional (Ada sedikit penampakan)

Tanaman yang di tanamkan oleh staff tata usaha SMAN 3 Cibinong di sekolah SMAN 3 Cibinong

Tampak dari jauh wilayah SMAN 3 Cibinong tampak seperti ini

Korridor Halaman SMAN 3 Cibinong

Sumur aneh yang ada di belakang wilayah SMAN 3 Cibinong. Sangat mistis bagiku untuk melihat ke dalam.

Di belakang semak itu terdapat lapangan bola tenis milik SMAN 3 Cibinong yang sebenanrya bukan milikinya. Tapi ya yang penting ada persetujuan dari mereka. Gambar ini cocok untuk desktop backgroun komputer.
Adi yang sedang ketiduran dan kecapean menunggu sang pujaan hatinya

Kemudian saya beristirahat dan bersantai ditempat yang gelap dan sejuk sambil menikmati hawa udara yang dingin dan sejuk yang berada pada birai diantara ruang laboratorium IPA dengan Ruang Tata Usaha. Sambil bersantai saya mengingat tentang cerita yang pernah saya alami saat saya dalam kondisi imajinasi avonturisme. Saya memikirkan mengenai elemen yang di pakai oleh teman saya begitupun juga ddengan elemen dan job teman saya. Kemudian statistik dalam bertarung dan urutan jenis ceritanya saya merasa bahwa petualangan merupakan hal alternatif untuk refreshing otak. Apalagi dengan rasa untuk membuat suatu cerita dan melakuaknya itu secara nyata. Yah sayangnya jika saya bisa pergi ke dimensi lain untuk berpetualang mungkkin inilah yang bisa meningkatkan adrenalin saya. Saya merasa bahwa memang kehidupanku ini merupakan kehidupan yang bernasib pada fluktulasi ke 1. Yaitu nasib yang sungguh sial. Jika fluktulasi saya berada di angka 4 berarti nasib saya sedang beruntung dan normal. Tapi saat saya melihat di ramalan bahwa nasib sial selalu menimpaku saat saya lulus dari SMA ini. Tapi mungkin itu merupakan kebohongan. Saya berserah diri kepada tuhan yang bisa merubah takdir dan nasib. Memangg kita bisa merubah nasib tetapi kita tidak bisa merubah takdir. Takdir sebenarnya masih bisa diubah kalau kita berserah diri dan beribadah kepada tuhan. Kau tau, hidup kita ini akan berubah tergantung pada aktivitas dan yang dilakukan pada diri kita ini. Karena manusia merupakan mahluk yang berpengaruh bagi dunia ini.

Sebelum berakhir saya punya gambar yang satu ini :

Jajanan yang sering di tongkrongi anak SMAN 3 Cibinong, yaitu E'ETOPRAK'E (Memang namanya yang aneh sih, mungkin pas nulis nama malah e-nya dulu yang ketulis jadinya bukannya KETOPRAK malah jadi EETOPRAK+E biar ada hiasannya [maksudnya dari kata ETOPRAK] :D)