Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

Atlet Kempo Bogor Perkuat Indonesia

Berikut ini merupakan prestasi yang diraih oleh SMAN 3 Cibinong yang dikutip pada berita Radar Tarakan.

CIBINONG – Atlet Kempo asal Kabupaten Bogor, Anastasya Brenda, akan memperkuat Indonesia di SEA Games 2013 mendatang. Brenda akan turun di nomor embu pasangan putri kyu kenshi. Dia akan dipasangkan dengan fighter asal Kota Bogor, Adinda Putri Sofyan.

 Khusus untuk Brenda, ternyata siswi SMAN 3 Cibinong ini dulunya bukan atlet Kempo. Dalam blog pribadinya anastasiabrenda.blogspot.com, dia mengaku sejak kelas olahraga dibentuk di sekolahnya pada 2008, dia mengikuti cabang atletik jalan cepat.

 Selama dua tahun, dia menggeluti olahragan jalan cepat di sekolahnya. Namun pada 2010, dia diperkenalkan pada bela diri Kempo. Setelah dijalani, ternyata gerakan dan kemampuannya dinyatakan baik oleh pelatihnya.

 Melihat potensi yang dimilikinya, akhirnya Brenda lebih memilih Kempo dibanding jalan cepat. Dia tak menyangka Kempo bisa membawanya ke Pelatnas untuk mewakili Indonesia di kejuaraan Internasional.

 Brenda pun mengaku bangga dengan kesempatan yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Kempo Indonesia (PB-Perkemi) untuk membela Indonesia di pentas SEA Games. "Saya akan menyiapkan fisik dan mental untuk bisa memberikan yang terbaik," ujarnya kepada Radar Bogor (grup Jawa Pos) kemarin.

 Pada Agustus mendatang, ia bakal melakoni uji coba ke Jepang untuk mengikuti turnamen Tay Kai sekaligus menambah jam terbang sebelum menghadapi SEA Games. Penanggung Jawab Kelas Olahraga SMAN 3 Cibinong, Yadi Mulyadi AR mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya itu.

 Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa prestasi diraih lewat sebuah proses pembinaan dan latihan yang terprogram, simultan serta berkelanjutan. "Tak ada prestasi yang tercipta secara instant, semua butuh proses. Hingga kini kami terus berusaha mencetak atlet berkualitas," ujarnya menjelaskan.

Sabtu, 10 Maret 2012

SMANTIC Bangun Masjid

Berikut ini merupakan berita mengenai pembangunan di SMAN 3 Cibinong yang dikutip dalam berita Radar Bogor.

BOGOR - Untuk menambah bekal keimanan kepada Allah SWT, SMAN 3 Cibinong (Smantic) akan membangun masjid di lingkungan sekolah. Bangunan senilai Rp. 486 juta itu direncanakan selesai dalam waktu empat bulan.

Namun, untuk tahap awal, pihak sekolah hanya membangun bangunan utama. Sedangkan lantai dua akan menyusul setelah anggaran ter­kumpul. Adapun biaya pem­bangunan berasal dari infak siswa, orangtua serta zakat guru.

Ketua panitia pembangunan masjid, Iwan Kuswandi mengatakan, keberadaan masjid di lingkungan sekolah bertujuan agar siswa dapat mengembangkan ilmu keagamaan.

Selain itu, diharapkan timbul kesadaran untuk mengingat Allah. “Masjid ini akan kami beri nama Baitul Ilmi yang berarti tempat untuk menuntut ilmu,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, bangunan seluas 13 x 13 meter itu akan dibuat di depan pintu gerbang sekolah dengan maksud memberikan pengaruh positif bagi siapa pun yang memasuki Smantic. Apalagi, salah satu pengurus komite sekolah ternyata berprofesi sebagai pengusaha jasa kontraktor kelas nasional.

“Kami yakin masjid ini nantinya menjadi kebanggaan sekolah. Jadi, seluruh kegiatan keagamaan diharapkan bisa dilaksanakan di sana,” terangnya. DSMLMD BLOG

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Cibinong, Ayu Haryati menuturkan, keberadaan sarana keagamaan yang representatif merupakan salah satu keinginannya dalam membina siswa. Hal itu disesuaikan dengan pendidikan berkarakter, dimana salah satunya menekankan pada landasan akidah agama. “Kami ingin anak-anak memiliki bekal ilmu agama agar tidak salah jalur di masa depan,” pungkasnya. (rur)

Sumber : Radar Bogor dengan perbaikan typo yang ada.

Minggu, 24 Oktober 2010

RKB SMAN 3 Cibinong Hampir Rampung

Berikut ini meerupakan berita mnengenai pembangunan di SMAN 3 Cibinong.

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMAN 3 Cibinong atau Smantic hampir rampung. Tinggal 50 persen lagi mencapai tahap penyelesaian. Bangunan yang menelan anggaran lebih dari Rp600 juta ini mencapai 50 persen, tinggal pengerjaan lantai dan atap gedung.

Rencananya, pembangunan selesai pada akhir Oktober dan dibangun dua lantai dengan jumlah lokal sebanyak empat rombongan kelas (rombel).

Sayang, pembangunan sempat mengalami kendala pada pembuatan lantai dan fondasi bangunan. Pasalnya, lahan seluas 800 meter persegi itu awalnya merupakan rawa basah. Sehingga, bila pengerjaannya asal-asalan bisa menyebabkan tanah lapuk dan mudah amblas.

Pembina Olahraga SMAN 3 Cibinong Iwan Kusdiawan mengatakan, bila pembangunan selesai, nantinya akan menampung siswa yang masuk siang. Sehingga, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung pada pagi hari. “Namun, tidak semua masuk pagi karena masih bertahap,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan RKB merupakan tuntutan atas perkembangan SMAN 3 yang begitu pesat. Dimana, menjadi salah satu sekolah favorit di Kabupaten Bogor. Apalagi sejak memiliki gedung sendiri di akhir 2009, banyak masyarakat menyekolahkan anaknya di Smantic. “Untuk menampung minat masyarakat, kami perlu membangun kelas baru dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah,” imbuhnya.

Sumber : Bogor.net

Berita : Bogor.net

Rabu, 18 Agustus 2010

Smantic Berencana Tambah Rombel

Berikut ini merupakan berita mengenai pembangunan di SMAN 3 Cibinong.

CIBINONG - Setelah memiliki bangunan sendiri pada akhir tahun lalu, SMAN 3 Cibinong atau Smantic berencana menambah kelas baru sebanyak enam lokal. Hal itu untuk mengantipasi lonjakan jumlah peserta didik, yang terus meningkat setiap tahun.

Tahun ajaran ini saja, jumlah siswa Smantic mencapai 700 orang dengan jumlah 17 lokal. Dengan tambahan enam lokal, berarti pada tahun ajaran 2011/2012 bertambah menjadi 22 rombongan belajar (rombel).

Kepala SMAN 3 Ayu Haryati mengatakan, pembangunan enam lokal dilaksanakan tahun ini dengan menelan anggaran yang belum diketahui pasti angkanya. Sekadar perkiraan, dana untuk membangun gedung yang berdiri di atas lahan seluas 800 meter itu mencapai Rp500 juta.
“Kami belum tahu berapa yang akan diberikan pemerintah untuk pembangunan kelas baru,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Selain mengandalkan biaya dari pemerintah, pihaknya juga dibantu komite sekolah dari dana sumbangan pendidikan (DSP) peserta didik baru. Sebelum memiliki bangunan baru di perumahan Bogor Asri itu, menurut dia, Smantic sempat menumpang di bangunan milik SMPN 2 Cibinong.

Tahun ini, dia berharap, enam kelas bisa rampung secepatnya sehingga bisa langsung digunakan siswa. “Selain itu, kami juga akan membangun pagar sekolah dan lapangan untuk berbagai kegiatan,” pungkasnya.

Sumber : Radar Bogor

Berita : Radar Bogor

Jumat, 13 Agustus 2010

Pertama Masuk, Siswa Ikut Sanlat

Berikut ini merupakan berita mengenai kegiatan dan akademik di SMAN 3 Cibinong.

IBADAH: Guru Smantic mengimami seluruh siswa dalam salat Duha berjamaah, yang menjadi bagian dari kegiatan sanlat selama Ramadan, kemarin.

CIBINONG – Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Bogor, siswa mulai disibukkan kembali dengan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kendati, ada beberapa sekolah yang belum mengefektifkan KBM karena masih diliputi suasana Ramadan. Sehingga pada awal masuk, sebagian sekolah mengadakan pesantren kilat (sanlat).

Pantauan Radar Bogor kemarin, sejak pukul 07:30, sekolah dipadati siswa yang akan mengikuti KBM. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memang memberlakukan aturan jam masuk, yang dimajukan 30 menit karena hampir seluruh siswa menjalankan ibadah puasa.

Seperti di SMAN 3 Cibinong. Pihak sekolah selama tiga hari ke depan (12-14/8), belum mengaktifkan kembali aktivitas KBM. Smantic, julukan sekolah yang berada di Perumahan Bogor Asri itu, hanya mengadakan sanlat bagi siswa kelas 10 hingga kelas 12. Belajar mulai efektif pekan depan (16/8), dengan alasan ingin memben- tuk mental spiritual sebelum mengikuti KBM.

Kepala SMAN 3 Cibinong Ayu Hartati mengatakan, sanlat tahun ini baru pertama kali diselenggarakan di lingkungan sekolah. “Tahun lalu kami adakan di Masjid Baitul Faidzin, karena faktor ruang kelas belum mencukupi,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Para siswa, lanjut dia, selain diberikan materi seputar keagamaan, juga akan mengikuti salat Duha berjamaah setiap hari. Karena SMAN 3 belum memiliki musala atau aula dengan kapasitas memadai, maka praktik salat dilakukan di lapangan tenis. Adapun pembimbing sanlat, diisi guru-guru SMAN 3 yang memiliki pengetahuan agama mumpuni. “Kami mengefektifkan potensi yang dimiliki guru di sini, karena lebih efisien dan praktis,” imbuh Ayu.

Ayu berpendapat, sanlat digeser menjadi awal Ramadan agar siswa bersemangat melaksanakan KBM, dibandingkan menjelang libur Idul Fitri. “Biasanya anak-anak malas mengikuti sanlat bila dilakukan di akhir Ramadan,” pungkasnya.

Sumber : Radar Bogor

Berita : Radar Bogor